Mau Download Artikel ini
Klik Judulnya !
BELAJAR DENGAN ALAM
Belajar
hanya untuk menggambarkan bahwa
belajar dari alam sekitar kita. Kalau dulu anak kecil ingin radio atau
tivi cukup buat dengan tanah liat, Ingin perahu buah pakai daun, ingin
pesawat terbang buat pakai daun Kluwih, ingin mobil-mobilan buat pakai
pelepah pisang dan rodanya pakai buh luwing, sekarang parik di Cina dah
buatkan main-mainan yang variatif tapi
generasi kita tidak tahu prosesnya (miskin inspirasi,
miskin kreativitas, miskin daya juang).
Permainan penuh kreasi belajar jaman dulu.
Kita ikut berdosa tidak, atau diturunkan kita merasa salah tidak. Jadi
jangan salah dia generasi muda saja, pendidik dan pengambil kebijakan
negara ini perlu berubah.
Pendidikan juga mengalami tren to basic nature dan
pengolahan rasa.
Pola pendidikan mengalami sebuah perubahan dan pola
yang ada menunjukan ke arah hal yang baru
bagi peserta didik. Lembaga pendidikan di kota besar biasanya tidak
pernah bersentuh langsung dengan kejadian alam yang alami. Sedang
pendidikan di kota kecil (baca : desa) lebih banyak bersentuhan dengan
alam. Namun anak-anak kota kecil cenderung ketinggalan dengan
perkembangan teknologi. Sehingga ada kesenjangan antara kota besar dan
kota kecil dalam hal perkembangan pengetahuan alam sekitarnya.
Kejadian konkrit adalah anak-anak jenjang SD di
daerah Gunung Kidul tentu tidak heran jika mereka melihat kerbau, sapi
dan kambing. Bahkan mereka biasa bercengkram dengan hewan tersebut.
Apalagi dengan alam contoh kehujanan bagi mereka yang tinggal di daerah
desa, hal yang biasa karena memang mereka serba terbatas, jika hujan
hanya berteduh atau pakai daun pisang untuk melindungi.
Namun bagi anak di kota besar bercengkrama dengan
berbagai binatang adalah hal yang BARU dan ada nilai RASA YANG BARU
karena ada rasa sedikit takut. Sehingga ini ada proses yang baru bagi
dia untuk mengubah menajdi tidak takut (hal yang baru). Tentu bagi anak
-anak desa mesrasa agak heran mengapa siswa di kota besar, mengapa harus
bermain di lumpur dan menanam padi. Hal ini ada perbedaan cita rasa dari
kedua kelompok siswa tersebut. Sehingga timbul yang namanya ingin tahu
hal yang baru.
Biaya pendidikan mahal sama : di Kota Besar dan Kota
Kecil. Melihat usaha pencarian niliai yang baru tersebut sekolah perlu
biaya yang besar untuk memenuhi itu. Sekolah di kota besar harus
menyediakan laboratorium alam yang luas. Namun ini bisa diajak ke desa
atau yang masih ada lahan. Tapi jadi maslah kalau sekoalh di kota kecil
karena fasilitas komputer dan alat elektronika yang lain perlu biaya
mahal. Maka perlu kerjasama antar wilayah untuk memenuhi kebutuhan
tersebut antara kota dan desa sekaligus melakukan studi lapangan. (Yhy).
Ditulis oleh : Yahya Asngari