Category Archives: Diklat Penelitian Pendidikan

Diklat Penelitian dan Pembelajaran Pendidikan dan Sekolah

Sebagai Guru Berkompetensi Plus- Berhasil Mendidik dan Menyebarkan Lewat Menulis

Tahun 2013 adalah tahun dimana guru menjadi Central Focus perhatihan masyarakat. Guru menjadi pengemban keberhasilan pendidikan bagi masyarakat. Apalagi dengan adanya kurikulum baru integratif tahun 2013. Kurikulum ini telah dicanangkan oleh wakil Presiden Boediono pada acara kegiatan rembuk pendidikan nasional dan resmi akan digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2013.

Kriteria guru yang berhasil bukan hanya yang pandai mengajar, menyiapkan bahan ajar namun juga dituntut untuk bisa mengembangkan kompetensi diri sebagai pendidik.  Ruang lingkup pengembangan kemampuan sebagai pendidik bukan hanya sebatas punya sertifikat dan membuat bahan ajar saja namun banyak hal lainnya. Beberapa faktor mengapa guru harus mengembangkan kompetensinya adalah sebagai berikut:

  1.  Pengetahuan dan metode pengajaran selalu berkembang.
  2. Bahan dan materi yang diajarkan terus berubahan sesuai dengan kurikulum dari pemerintah.
  3. Media pengajaran juga terus maju sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dalam menunjang proses belajar mengajar. Bahkan dalam kurikulum baru mata pelajaran TIK dihapus dengan alasan dan asumsi TIK telah menjadi milik umum sehingga semua guru bisa menggunakan kemajuan TIK sebagai sarana meningkatkan efektivitas dalam pengajaran.
  4. Perkembangan emosi dan psikologi siswa dan peserta didik selalu berubah da terus meningkat.

Sebagai guru yang berkemampuan dan berkompetensi plus adalah bisa menyebarkan ilmu dan pengalamannya kepada guru lain atau masyarakat umum. Dalam hal ini kegiatan dan kompetensi yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut;

  1. Guru wajib membaca,
  2. Guru mampu menulis.
  3. Guru mampu mempresentasikan hasil karyanya.

Kalau kita cermati dari 3 hal diatas saling bertautan satu sama yang lainnya. Supaya kita dapat menulis berarti harus punya idea atau bahan. Idea dan bahan untuk tulisan paling banyak didapat dari membaca. Kalau banyak membanyak seseorang akan mempunyai pengetahuan yang banyak. Pengalaman bukan hanya hanya yang kiata jalani dan alami namun banyak pengetahuan dan pengalaman dari buku. Kegiatan ke-3 adalah mempresentasikan hasil karya guru. Kalau apa-apa dan materi yang akan kita presentasikan merupakan hasil pengetahuan kita yang diperoleh secara original dari membaca tentu sudah paham. Materi sebanyak apapun dan serumit apapun kalau kita sudah pahami tentu dalam mempresentasikan lebih mudah dan ringan. Kalau ada yang mempertanyakan data menyanggah kita sudah punya argunmentasi yang kuat.

Untuk tahap awal dalam menulis, menulis dari bahan dan metari yang bisa dan ringan serta anda pahami.  Masalah gaya penulisan akan tumbuh seiring dengan kebiasaan anda menulis. Kalau belum memulai menulis anda sudah berpikir tentang metode dan gaya penulisan tentu sulit dipahamkan. Karena gaya penulisan seseorang dengan orang lainnya selalu berbeda. Dan metode penulisan sangat tergantung siapa yang menulisnya.  Metode yang bagus adalah metode yang membuat anda menjadi mudah dalam mengeluarkan ide dan bahan materi tulisan.

Pelatihan Kurikulum baru 2013 bagi Guru dan Lembaga Penyelenggara Pendidikan

Menyambut akan dilaksanakannya kurikulum baru, kurikulum yang berbasis integratif berbagai pihak yang berkepentingan dalam pendidikan harus mempersiapkan diri. Baik guru kelas, sekolah dan diknas pendidikan setempat. Tentu ujung tombak dari penyelenggara kurikulum baru ini adalah guru maka perlu diadakan pelatihan kurikulum baru.  Mendikbud sudah menetapkan bahwa kurikulum integratif sudah siap dilaksanakan pada tahun ajaran baru, pada Juli 2013.

Tujuan pelatihan kurikulum baru bagi guru dan lembaga penyelenggara pendidikan adalah:

  1. Meningkat kemampuan guru.
  2. Menjamin guru siap mengajar dengan kurikulum baru.
  3. Menjamin masyarakat mendapat pendidikan yang berkualitas dengan kurikulum integratif.
  4. Menjamin lembaga penyelenggara pendidikan siap dan mampu.
  5. Memantapkan materi dan dokumen dipahami oleh guru dan lembaga penyelenggara pendidikan.

Respon positif telah ditunjukan oleh penyelenggara pendidikan untuk memulai pelatihan terhadap tenaga pengajar dan guru dengan materi kurikulum baru. Lembaga NU telah siap menyelenggarakan pelatihan guru, di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif. Ketua LPM KH Zainal Arief menyatakan siap. Kurikulum Integratif bagus untuk meningkat kualitas anak bangsa.

Guru Ayo Menulis, dari Bicara, Membaca sampai mempertahankan Karya Tulis Guru

Inti dari menulis sebenarnya sama dengan bicara hanya bedanya kalao bicara hasilnya suara sedang menulis dalam bentuk tulisan berupa huruf-huruf. Kenapa takut anda menulis sedang jika anda bicara bisa lepas saja. Ada yang membatah kalau bicarakan langsung kalau menulis kan pakai alat dan mikir. Sekarang kalau dibalik pertanyaannya kenapa anda kalau bicara mudah???

Jawabnya karena bicara hanya bicara langsung dari benak pikiran dan masalah yang dibicarakan hanya masalah keluhan, kesenangan, hobi, keadaan perkembangan anak, dan menanggapi atau komentar terhadap pernyataan misal pejabat bisa kadinas, mendikbud atau pernyataan teman sejawat guru. Apa anda takut kalau komentar anda salah tentu tidak kan. Semua lepas dan mengalir bisa mengalir tanpa beban. Anda bisa lancar dan bahkan dilandasi menurut teori ini, menurut pendapat ini pertanyaan tadi kurang tepat, yang benar begini atau kalau begitu harus ada syarat ini. Semua pembicaraan ringan dan menyenangkan bukan. Menulis ya kayak begitu saja, jangan berfikir yang tinggi dan jauh dari kemampuan dan pengetahuan ilmu anda.

Apa perlu suara pembicaraan anda disadap oleh KPK (baca; Komisi Peningkatan Kompetensi) ini istilah penulis saja. Kemudian ditransfer ke dalam tulisan atau manuskrip. Kan sama hasilnya nanti. Jadi guru tentu tidak ada alasan untuk tidak menulis apalagi takut. Tips cara mudah menulis karya ilmiah bagi guru sebagai berikut:

  1. Buatlah niat untuk menulis.
  2. Segera mulai menulis.
  3. Menulislah komentar saja dulu.
  4. Menulislah mulai dengan topik yang ringan, bisa kesenangan atau keluhan anda.
  5. Menulislah dengan topik yang sedang hangat dibicarakan (sumber sudah ada dari Korn dan TV serta radio).
  6. Baca sendiri dulu hasil tulisan anda, perbaiki yang dirasa perlu.
  7. Berikan tulisan anda kepada teman sejawat yang anda percayai dan seteman atau biasa seide dengan anda.
  8. Jika dirasa sudah kuat mendapatkan kritikan atau komentar dari teman-teman sejawat guru berikan kepada mereka untuk mendapat penilaian.
  9. Jika sudah yakin dan percaya diri mintalah komentar pada ahlinya atau dikirimkan ke media supaya dibaca oleh umum.

Tips menulis karya dan cara menulis karya guru sudah banyak namun malah membuat ketakutan, jadi ini dibuat tips dan cara menulis bagi guru yang fleksibel dan humanis.

Kalau guru sudah golongan yang tinggi dan sudah bersertifikasi anda akan kena peraturan tentang penilaian kinerja guru (PKG) yang di dalamnya ada Pengembangan Keprofisiian Berkelanjutan (PKB). Guru untuk golongan III/a ke III/b harus membuat karya inovatif. Kemudian dari golongan Ivc ke IV/d harus membuat karya tulis ilmiah. Tentu bagi guru yang tidak dapat menulis karya akan mendapat sanksi tegas dari depdiknas berupa pencabutan tunjangan profesinya.

Jika blum bisa menulisa dengan baik dan anda ingin bisa menulis karya ilmiah guru, dapat pelatihan membuat karya ilimiah guru dan karya ilmiah pendidikan.

Membiasakan Membaca Buku sebagai Habitus Membaca Bagi seluruh anggota Masyarakat

Buku adalah hal yang penting bagi perkembangan masyarakat dan ilmu itu sendiri di masa depan. Kalau dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di ASEAN atau Asia Tenggara kita Indonesia masih tergolong rendah tingkat produktivitas bukunya. Ini indikasi bahwa masyarakat kita belum terbiasa dengan budaya membaca. Namun yang lebih banyak adalah budaya nonton, baik TV, maupun  mendengar radio.

Bagi kalangan dan masyarakat di Jepang membaca adalah budaya yang mereka tanamkan sejak anak-anak masih kecil sudah dilatih untuk membaca. Kebutuhan membaca hampir disejajarkan dengan kebutuhan makan dan minum. Sehingga pemerintah Jepang sendiri juga besar telah mengeluarkan anggaran untuk sekedar membeli lisensi buku asing (dari mana saja) asal berkualitas dan dibutuhkan Jepang. Kemudian lisensi buku yang telah dibeli diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang supaya semua lapisan masyarakat dapat membacanya. Kalau bangsa Indonesia masih kecil dan masyarakat kita belum terbiasa dengan itu.

Cara membiasakan atau membudayakan membaca dimulai :

  1. Mengenalkan membaca dari anak-anak,
  2. Berikan dukungan kepada anak oleh seluruh anggota keluarga
  3. Membiasakan anak untuk kenal dengan perpustakaan atau toko buku.
  4. Menghilangkan atau mengurangi budaya nonton dan dengar.
  5. Menyediakan fasilitas berupa bahan bacaan yang menarik kepada siswa dan masyarakat umum.

Pertanyaan  untuk anak kecil usia berapa bisa mulai membaca? Dengan dalam keadaan umum dan normal anak akan mulai bisa membaca pada usia 5-6 tahun. Pada usia itu anak sudah ada kesiapan untuk membaca buku dan bahan bacaan lainnya.

Berikan waktu anak untuk membaca dengan senang bersama keluarga. Misal hari libur bagi waktu nonton TV dengan membaca. Berikan bahan bacaan yang menarik. Atau juga bisa bisa diajak membeli buku bersama.  Selain itu juga dapat diajak ke perpustakaan pada sore hari. Tentu sekarang pegawai perpustakaan sudah mendapat pelatihan perpustakaan sehingga sudah responsif terhadap semua pengunjung. Bisa juga perpustakaan sekolah itu buka sehari jadi anak yang ingin meminjam pada waktu setelah jam sekolah masih bisa dilayani.

Pegawai perpustakaan sudah mendapat pelatihan perpustakaan, namun untuk lebih lengkapnya dapat  mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Jenis diklat dan pelatihan di atas hanya sebagai acuan masih banyak jenis diklat dan pelatihan yang dapat dikembangkan oleh badan Perpustakaan.

Peranan Orang Tua dan Guru dalam mengembangkan Prestasi Anak

Kembang dan anak adalah hal yang senada dalam kehidupan, terutama dalam masyarakat timur termasuk Indonesia. Anak akan memberikan warna dan bau ke masyarakat sekitar kita. Kalau saudara atau teman yang lama sudah tidak ketemu, maka yang ditanyakan salah satunya adalah anak kita sudah berapa, sekolah dimana? Ini adalah hal yang penting karena anak akan meneruskan buah kehidupan kita. Seperti apa hasilnya tentu akan mencerminkan diri kita sendiri.

Fenomena lainnya adalah anak yang berprestasi yang ditanyakan pasti dia anaknya siapa? Orang tuanya siapa?

Mengapa anak bisa berprestasi tentu banyak faktor yang menjadi pendukungnya. Namun ada hal-hal penting yang sangat mendukung anak bisa berprestasi dengan baik, adalah:

  1. Faktor dari bimbingan orang tua,
  2. Faktor dari lingkungan tempat tinggal,
  3. Faktor dari Sekolah dan Guru
  4. Faktor dari teman pergaulan sehari-hari.

 

Dalam bahasa sehari-hari kata orang tua dan guru sebenarnya hampir sama. Percakapan kita biasa menggunakan kedua kata itu hampir sama. Orang tua kita adalah guru yang pertama kita kenal. Ini betul karena sejak lahir anak akan diasuh oleh orang tuanya, kemudian setelah agak besar umur balita diasuh oleh nenek atau pengasuhnya. Inilah lingkungan kedua yang ia kenal. Lingkungan utama ini dikenalkan sebagai guru kedua. Setelah menginjak besar anak akan masuk kependidikan awal seperti PUAD, TK, SD dan selanjutnya sampai PT. Di lingkungan ketiga ini anak mengenal pendidikan formal yang mengenal istilah guru.

Maka untuk  orang tua siswa dan guru dapat mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

 

Namun dalam kata sehari-hari guru juga mempunyai tugas mendidik, memotivasi, bukan hanya mengajar saja ilmu pengetahuan. Maka tugas guru di juga bertanggungjawab terhadap perkembangan afektif anak. Di sinilah guru berperan sebagai orang tua, dan dikenal dengan guru adalah orag tua kedua.

Kadang anak itu juga sangat fanatik kepada gurunya. Coba anak kalau diajari orang tuanya, akan berkata, “Kata bu / pak guru seperti ini”. Ini menunjukan bahwa kemampuan guru dalam memotivasi anak sangat penting untuk memacu peningkatan prestasi anak. Di samping itu guru juga mempunyai kompetensi kepribadian yang kuat untuk menjadi teladan bagi kelangsungan perkembangan sikap dan mental anak didik.

Kalau di lihat dari banyaknya waktu dan intensitas pergaulan anak adalah lebih banyak diasuh oleh lingkungan orang tua atau rumah. Anak di sekolah rata-rata hanya 6-7 jam sehari, maka di luar sekolah masih ada sekitar 17 jam sehari. Selama ini semua beban jadi tanggungan sekolah. Kurang tepat karena data lebih banyak di luar.

Semua lingkungan sama-sama mempunyai andil yang besar dalam meningkatkan prestasi dan membangun kepribadian dan mental anak didik.  Untuk orang tua siswa dan guru mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Ki Supriyoko semoga Kurikulum Baru buka sekedar agenda Politik saja

Tokoh pendidikan Ki Supriyoko, memberikan peringatan kepada kita semua bahwa perubahan dan penggantian kurikulum hendaknya dilandasi kajian filosofi yang mendasar. Bukan hanya untuk kepentingan politik saja. Ini akan merugikan generasi dan dunia pendidikan untuk jangka panjang.

Kekawatiran dan keraguan ada alasannya karena saat ini negara baru menjadikan POLITIK sebagai panglima dalam mengatur negara. DPR dan Birokrat serta Pejabat Publik didominasi orang parpol. Orang yang ahli diabaikan dalam mengelola negara. Negara dikelola akan dan atas dasar kekuasaan saja.,

Apa ada empati kepada rakyat yang menjadi tujuan utama negara ini??

Dari BUMN, BUMD bahkan sampai kepala diknas-kepala diknas di daerah sudah didominasi orang-orang yang berafiliasi politik tertentu dalam PILKADA dan PILGUB.

Kalau dalam dunia politik masuk ke daerah dan wilayah pendidikan tentu menjadi warning bagi kita semua untuk berhati-hati. Jangan sampai anak didik dikorbankan oleh orang bertujuan kekayaan jangka pendek. Mereka berfikir hanya lima tahun atau harus bergantian dengan kader yang lainnya, maka harus ditarget setorannya. Guru dan pejabat pendidikan sebagai pelayan publik juga bisa meningkatkan profesionalisme dengan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan.

Siapa yang peduli lagi kalau wilayah pendidikan yang suci dikotori kepentingan itu sama oknum parpol.

Kalau dicermati ada fenomena yang terjadi di negeri ini dunia pendidikan telah dimasuki agenda politik. Politik sebagai kekuatan yang sudah terlalu luar bisa dan tidak pandang bulu. Indikasinya adalah;

  1. Kebijakan pendidikan sangat dipengaruhi kepentingan politik.
  2. PNS di lingkungan Pemda baik dati I dan dati II sudah banyak yang berafiliasi ke parpol tertentu.
  3. Diindikasikan banyak PNS yang masuk kader.
  4. Pengisian jabatan di dinas lebih banyak yang bersifat balas budi karena telah jadi kader, bukan karena prestasi di jenjang karirnya.

Perlu tindakan yang tepat untuk ini. Ada Pendapat yang ingin disampaikan…………

Program Kemitraan antar Sekolah dan Lembaga Pendidikan Internasional, Bagaimana kesiapan guru

Beberapa tahun terakhir banyak sekolah yang telah menjalin kerjasama dengan sekolah dan lembaga pendidikan di luar negeri. Program sekolah mitra bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan saling tukar keterampilan dalam pembelajaran. Dengan adanya sekolah mitra dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan memperkenalkan budaya dan sistem pendidikan masing-masing negara. Diharapkan guru dari sekolah yang akan mengadakan kerjasama sudah mampu memanfaatkan teknologi pendidikan.  Setelah guru mengikuti pelatihan internet pendidikan, pelatihan media pengajaran, sekolah siap menjalin kerjasama dengan sekolah mitra dari luar negeri.

Aktivitas yang dilakukan dalam sekolah mitra menjadi ajang saling menghormati dan kerjasama dengan dan antar sekolah dan negara. Seperti yang telah dilalukan di SMPN 1 Karangmojo, Gunung Kidul  dengan menjalin sekolah mitra dengan Heathmont College Victoria, Australia. Kedua lembaga pendidikan saling mengadakan pembelajaran bersama.

Menurut kepala SMPN 1 Karangmojo, Agus Suryono, M.Pd kerjasama ini akan dilanjutkan untuk tahun depan. Kerjasama akan berlanjut dengan melakukan kunjungan balasan ke Australia.  Pihak lain menyarankan untuk mengadakan pelatihan internet pendidikan, pelatihan media pengajaran u ntuk guru sebagai persiapan kemampuan dan kompetensi guru saat kerjasama berlangsung.

Pihak SMPN 1 Karangmojo, mengajarkan bidang kesenian dan bidang oleh raga kepada guru Heathmont College Victoria, Australia sebagai berikut:

  1. Gamelan,
  2. Macapat,
  3. Lagu dolanan anak
  4. Dansa Jogja Istimewa

 

Sedangkan pihak Heathmont College Victoria, Australia, mengajarkan bidang kesenian dan bidang oleh raga kepada guru SMPN 1 Karangmojo, sebagai berikut:

  1. Netball,
  2. Fooball,
  3. Permainan tradisional Australia.

Guru dan siswa yang hadir daari Heathmont College Victoria, Australia adalah, Preme, Jeanete, Agi, sedangka siswanya adalah Katheryn dan Natasa.

Dalam menjalin kerjasama dengan sekolah mitra perlu persiapan dalam bidang ITC  dengan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan.  Dengan pelatihan tersebut dalam kerjasama berjalan lancar, sehingga guru antar dua sekolah dapat berkomunikasi dengan baik tanpa ada kendala jarak.

Konsep Pendidikan dan Kurikulum Baru perlu Buku Babon bagi Guru dan Siswa

Ada yang berpendapat kurikulum 2013 itu hampir sama spiritnya dengan kurikulum 1994 dengan CBSA, Cara Belajar Siswa Aktif. Namun pada kurikulum itu (1994) belum menyentuh tujuan utama mengaktifkan siswa. Kondisi saat itu tentu karena guru belum siap, fasilitas pendukung belum ada misal buku pelajaran dan internet.

Kemudian kurikulum 2004 (KBK) kurikulum berbasis kompetensi dan kurikulum tahun 2006 KTSP Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Namun target dari kurikulum baru 2013 tetap mengedapankan guru kelas pada satuan pendidikan untuk mengembangkan dan menjabarkan ke dalam satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi guru, kebutuhan siswa dan kebutuhan untuk pengembangan potensi lokal daerah masing-masing.

Yang utama dan penting adalah hakikat lahirnya kurikulum ini untuk menyesuaikan dengan adanya konsep pendidikan yang baru.  Konsep lama bahwa anak hanya sebagai penyimpanan ilmu, (banking consept education). Konsep ini hanya mengedepankan ilmu disampaikan lalu diingat siswa sebanyak-banyaknya saja. Guru hanya ceramah dan menulis PR untuk menambah ingatan siswa yang banyak.

Namun sekarang sudah lahir konsep baru dan lebih humanis, seperti contectual teahcing learning, student central learning, contructivisme theory, democrativ teaching. Konsep baru ini menekankan pada keaktifan siswa dalam memahami materi pelajaran. Siswa diberikan sedikit materi kemudian dikembangkan sesuai dengan keadaan siswa dan lingkungan sekitar. Konsep ini menuntut guru memahami materi dengan baik, sehingga dapat mengadakan diskusi dengan siswa dan dimungkinkan dengan orang tua siswa.

Karena tuntutan yang besar terhadap guru maka ini perlu persiapan yang matang dan menyeluruh. Ketersediaan materi yang baik dan mudah diakses, serta murah terjangkau bagi siapa saja dan di mana saja.   Sekarang sudah ada BSE yang gratis tapi coba orang di daerah suruh ambil buku-buku itu kan sulit dan biaya bisa lebih mahal dari pada beli buku fisik. Belum lagi membacanya kalau mau diprint out mahal, kalau mau baca dalam bentuk file atau softfile  belum ada komputer untuk siswa di rumah atau sekolah belum ada komputer juga.

Kalau keadaan terus begitu maka kurikulum baru apapun belum tentu baik buat guru dan siswa. Diperlukan buku yang lengkap dan mudah mengakses dan menggunakannya. Jika belum siap guru dan pejabat di disdik mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan.

Kurikulum bisa berisi materi pokok, tutorial pengajaran dan metode pengajaran  melalui hasil penelitian tindakan kelas. Hasil ini bisa dijadikan model yang baik bukan hanya sekolah di kota yang lengkap fasilitas saja. Harus dipikirkan bagaimana cara mengajar yang di daerah yang masih minim fasilitas, BAGAIMANA METHODE MENGAJARNYA????? Apa sudah ada hasil penelitian tindakan kelas atau hasil karya guru dari daerah yang minim fasilitas? Bisa diterapkan di daerah dan berhasil, tentu ada baiknya, mulai DICIPTAKAN ini ya.

Pendidikan Empati bagi Guru, Birokrat dan Pejabat Layanan Publik Indonesia

Inti dari pendidikan adalah mendidik dan melatih serta olah rasa manusia dalam menjalani kehidupannya. Pendidikan yang diterapkan hanya mengutamakan olah pikiran akan berjalan pincang bahkan lumpuh dan tuli hati. Hasil dan output pendidikan menjadi beban masyarakat dan negara. Masyarakat menanggung kerugian yang besar, misal biaya pendidikan dikorupsi maka kerugian berupa materi pada saat ini tapi ke depan ada kerugian berupa kesempatan yang hilang bagi anak bangsa untuk bersekolah.

School of emphaty  perlu digalakan di dunia pendidikan kita. Sebenarnya dahulu para guru itu benar-benar mengabdi mengajar dengan empati agar siswanya berhasil dalam masyarakat ada olah rasa dan olah pikir. Pendidikan menekankan siswa bisa merasakan dan mengolah dengan kekuatan pikiran untuk menyelesaikan persoalan kehidupan masyarakat. Ada nilai luhur dalam pendidikan empati ini.

Namun karena semua sendi kehidupan sudah dirasuki pola pikiran bisnis yang berpola menghasilkan sebanyak-banyaknya keuntungan maka guru juga termasuk itu. Guru mengajarkan sesuai itu yang penting nilai hasil Ujian Nasional lulus. Nilai kesopanan dan kejujuran sering tidak dinilai, walaupun dalam penentuan kelulusan ada faktor itu. Namun sekolah takut tidak meluluskan, itu jelas karena sekolah yang tidak bisa meluluskan akan dijauhi calon siswa. Secara ekonomi sekolah rugi karena siswa sedikit.

Pada tataran yang lebih tinggi adalah para birokrat dan pejabat sekarang banyak yang korupsi. Ini hasil pendidikan yang mengedepankan nilai kognitif saja. Nilai rasa ditinggalkan dan dicampakan. Kalau ada benih-benih rasa empati dinilai cara muka. Kan aneh bangsa Indonesia yang dulu dikenal bangsa yang ramah, jujur dan sopan jadi negara yang menjual harga diri bangsa demi asing (baca:investor asing) saja. Rakyat dikorbankan dan dikeberi hanya sebagai pelengkap saja.

Negara dengan kekayaan SDA  berupa minyak dan tambang malah terjadi kelangkaan, ini tentu ada yang salah. Kalau menyalahkan pendahulu dan sistem tidak menyelesaikan masalah. Hanya membenarkan dan menghalalkan mereka ikut sistem dam tentu dekat dengan korupsi.

Satu kata saja misalnya Pejabat dan Birokrat PUNYA HATI dan NURANI maka akan malu dan merasakan empati karena rakyatnya miskin.  Tapi itu tentu terlalu teoritik, tapi ada benarnya karena sistem itu dijalankan oleh orang jika ada yang salah mbok dibenarkan. Bisa melalui UU di DPR dan Peraturan melalui pejabat pemerintah.

Untuk guru dan pejabat di disdik mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer TU dan administrasi sekolah.

Sekarang fenomena menarik adalah Joko Wi yang terpilih di Jakarta. Dulu kampanye hanya dikumpulkan di lapangan diceramahi dan diberikan bingkisan. Hasilnya tidak ada pejabat yang terpilih memikirkan rakyat. Klau Joko Wi langsung kampanye di kampung-kampung menemui warga, ada simpati dan empati. Rakyat merasakan ada penghargaan dihargai oleh calon pejabat. Rakyat simpati dengan cara ini dan berhasil jadi Gubernur Jakarta.

Semoga ada empati dan simpati yang sesungguhnya, apakah anda percaya ini, why?

Pelaksanaan Kurikulum Baru 2013 belum siap, PGRI, FSGI dan FGII meminta ditunda sampai 2014

Ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas dalam proses pelaksanaan kurikulum baru 2013. Tentu ini karena penting bagi generasi dan kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

Pihak yang selalu melihat kurikulum baru 2013 adalah;

  1. Ahli pendidikan, misal Ki Supriyoko mengingatkan bahwa kurikulum baru bukan hanya agenda sesaat untuk tujuan politik. Kurikulum adalah pedoman dalam proses pendidikan dan pengajaran, maka jika kurikulumnya sudah ada agenda yang salah. Akibatnya bagi bangsa adalah akan dirasakan beberapa tahun ke depan. Berhasil tidaknya kurikulum akan dirasakan setelah hasl dari output siswa itu menjadi dewasa atau menjadi pemimpin bangsa ini.
  2. Masyarakat umum selalu merasakan kebimbangan karena anak dalam belajar selalu  berubah. Dengan perubahan itu orang tua tentu akan menghadapi perubahan anggaran pendidikan bagi anaknya. Demikian juga materi dan buku-buku pelajaran selalu baru namun materinya hanya dibalak balik saja.
  3. Persatuan Guru republik Indonesia, meminta ditunda pelaksanaan kurikulum baru 2013, karena guru juga belum siap. Sosialisasi belum tuntas, maka dalam pelaksanaan masih belum jelas. Kurikulum itu yang melaksanakan  adalah guru dan guru itu bukan hanya di Jakarta saja namun bagi seluruh wilayah Indonesia. Untuk melakukan kesiapan bagi seluruh guru perlu waktu yang cukup. Makanya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) meminta menunda pelaksanaan kurikulum 2013.
  4. Federasi serikat guru indonesia (FSGI), berpendapat bahwa untuk memperbaiki kondisi pendidikan Indonesia bukan melalui kurikulum namun adalah kondisi guru itu sendiri. Guru saat ini kondisinya belum maksimal untuk melakukan tugas yang berat untuk mendidik bangsa ini. Jika guru sudah bagus dan berkualitas tentu kurikulum akan dibuat apapun siap melaksanakan dengan baik. Jangan senang melakukan perubahan di puncak kekuasaan saja, namun implementasinya nol kecil saja. Karena pengawasan lemah dan pelaksana yaitu guru masih lemah. Walaupun pemerintah bisa saja melalui DPR mensahkan namun guru akan mengajarkan kurikulum lama karena memang belum ada di lapangan.
  5. Federasi Guru Independen Indonesia FGII, menyarankan untuk mempersiapkan uji publik kurikulum baru itu. Hasilnya dianalisa dengan baik baru dilakukan sosialisasi kepada guru yang akan melaksanakan kurikulum bari 2013 itu. Kemudian disiapkan instruktur pelatih kurikulum baru untuk melatih guru-guru di seluruh Indonesia. Ini penting untuk melakukan dan menjaga kesinambungan akan proses yang baik dan berkualitas pendidikan di Indonesia.

Ini beberapa pendapat tentang kurikulum baru, pelatihan kepada guru dan kesiapan instruktur bagi guru. Pelatihan dan pendidikan guru untuk menjamin kaulitas pendidikan.  Untuk guru dan pejabat di disdik mengikuti  Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru, bidang Media Pengajaran Berbasis Multimedia, Diklat Guru bidang Software Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sekolah, Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Pemetaan dan Pendataan Pendidikan dan Sekolah berbasis Digitalmap Geografi,  Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Penelitian, Olah dan Analisis data Ilmiah untuk Penulisan Karya Ilmiah Pendidikan, Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat guru dan Pegawai Disdik bidang Internet pendidikan dan Membangun Webblog dan Websites Sekolah dan Pendidikan, Diklat dan pelatihan komputer untuk  TU dan administrasi sekolah.

Anda punya pemikiran lain, Silahkan sampaikan,……